Saya mulai sebagai developer frontend dan pelan-pelan mengambil alih sisi backend karena tim butuh orang yang bisa memegang dua-duanya. Sekarang saya biasa memegang fitur dari rapat kebutuhan sampai rilis ke produksi.
Yang paling saya nikmati adalah menyederhanakan proses yang berulang. Sebagian besar pekerjaan saya berupa alat internal, jadi ukuran keberhasilannya jelas: berapa lama tim menyelesaikan pekerjaannya sebelum dan sesudah alat itu ada.
Saya sedang mencari peran remote atau proyek freelance yang menuntut kepemilikan penuh terhadap satu produk.
Terlibat dalam pengembangan berbagai aplikasi dan sistem informasi untuk mendukung kebutuhan digitalisasi pada beberapa instansi pemerintahan. Salah satunya adalah pengembangan aplikasi E-Manifest Sumba untuk Kementerian Perhubungan, yaitu sistem manifest elektronik yang digunakan untuk pencatatan dan pengelolaan surat muatan barang guna mendukung digitalisasi proses administrasi logistik dan transportasi laut di wilayah Sumba. Selain itu, turut melakukan redesign tampilan dan pengalaman pengguna (UI/UX) pada website E-Kompu milik Biro Komunikasi Publik, Kementerian PUPR, dengan tujuan meningkatkan kemudahan akses informasi serta menghadirkan tampilan yang lebih modern dan responsif sesuai kebutuhan pengguna. Di samping itu, juga mengembangkan aplikasi Qola, sebuah sistem media monitoring intelligence yang berfungsi memantau aktivitas media sosial secara real-time berdasarkan kata kunci tertentu, sehingga dapat digunakan untuk menganalisis sentimen publik dan tren percakapan di ruang digital. Terakhir, turut mengembangkan sebuah website dashboard untuk Direktorat Cipta Karya, Kementerian PUPR, yang berfungsi sebagai media pemantauan data, input data, serta penyajian ringkasan (summary) data secara terstruktur guna mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan direktorat tersebut.
Merancang dan mengembangkan sebuah aplikasi desktop yang ditujukan secara khusus untuk membantu seorang pegawai penyandang disabilitas netra di lingkungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dalam membaca dokumen PDF secara mandiri. Aplikasi ini dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan pengguna secara langsung (user-centered design), dengan tujuan meningkatkan kemandirian dan efisiensi kerja pegawai yang bersangkutan dalam mengakses dan memahami dokumen kedinasan tanpa memerlukan bantuan pihak lain.
Terbuka untuk peran remote fulltime maupun proyek freelance. Saya biasanya membalas dalam satu hari kerja.